{"id":26,"date":"2022-12-12T07:37:38","date_gmt":"2022-12-12T07:37:38","guid":{"rendered":"http:\/\/keluargaislami.swararahima.com\/?p=26"},"modified":"2022-12-12T07:37:40","modified_gmt":"2022-12-12T07:37:40","slug":"perjodohan-dalam-islam","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/keluargaislami.swararahima.com\/index.php\/2022\/12\/12\/perjodohan-dalam-islam\/","title":{"rendered":"<strong>Perjodohan dalam Islam<\/strong>"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Oleh: Zaenab<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Jodoh artinya pasangan. Segala sesuatu diciptakan memiliki pasangan. Siang dan malam, pagi dan sore, laki-laki dan perempuan, kanan dan kiri, dan seterusnya. Allah telah memberikan jaminan bahwa setiap manusia ada jodohnya. Jodoh yang dimaksud disini adalah terjadinya ikatan pernikahan.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Jika seseorang kehilangan sandal yang kanan, ia dapat berkata, \u201cMana jodoh sandal kanan saya yang kiri?\u201d Begitu kata Quraisy Shihab di kanal YouTube Najwa Shihab. Ia menjelaskan bahwa semua manusia ada jodohnya. Untuk mendapatkan jodoh, manusia harus berusaha dengan berbagai cara. Salah satu cara yang paling mudah adalah berdoa kepada Tuhan. Jodoh itu seperti kematian. Jika seseorang berusaha untuk sembuh dari sakit dengan berobat, maka akan sembuh dan hidup lebih lama. Berbeda dengan orang yang tidak berusaha untuk berobat, sehingga Allah menakdirkannya meninggal dunia, ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Orang yang Tidak Menikah sampai Akhir Hayat<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ada dua hal yang senantiasa mengiringi kehidupan manusia, yaitu kehendak (<em>masyi`ah<\/em>) Allah dan ketentuan (<em>qanun<\/em>) Allah. Boleh jadi Allah memiliki kehendak (<em>masyi`ah<\/em>) lain. Misalnya ada orang yang hingga kematiannya tidak menemukan jodoh. Allah menghendaki ketentuan (<em>qanun<\/em>) perjodohan itu tidak berlaku pada dirinya. Sama dengan ketentuan (<em>qanun<\/em>) yang menyatakan bahwa bertemunya sperma dan ovum (suami-istri) akan berbuah keturunan. Namun <em>qanun<\/em> ini tunduk pada kehendak Allah, sehingga tidak semua pertemuan sperma dan ovum menghasilkan keturunan. Jadi, bukanlah <em>qanun<\/em> yang menciptakan anak, tetapi kehendak Sang Pencipta <em>qanun<\/em> itulah yang menciptakan anak.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Jodoh adalah Cerminan Diri<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Umumnya pasangan ideal adalah yang memiliki kesamaan dalam tindakan, akhlak, dan watak bawaan masing-masing. Kesamaan itulah yang menjadi komponen langgengnya keharmonisan dalam berumah tangga. Hal ini senada dengan teori sosiologi yang disebut dengan kelompok sosial. Setiap orang pasti lebih nyaman dengan seseorang yang memiliki kesamaan dengan dirinya. Orang yang hobi bola pasti akan senang dan nyaman dengan teman-teman yang hobi bola juga. Pakar politik pasti akan lebih senang bergaul dengan sesamanya. Sehingga mereka menjadi kelompok sosial yang disatukan dalam satu kesamaan. Antar anggota kelompok akan didapatkan kerja sama, keteraturan, dan kedamaian. Sementara anggota yang berbeda kelompok pasti akan menemukan kecenderungan permusuhan dan kebencian.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sunnatullah yang berlaku dalam jodoh biasanya didasarkan pada adanya kemiripan sifat antara pasangan bahwa watak, sifat, dan fisik manusia hanya akan menemukan yang selaras dan serasi dengannya. Sama halnya dengan bola bumi yang saling tarik-menarik dengan tata surya karena kesesuaian dan ketepatan antara keduanya. Al-Quran mewacanakan jodoh yang dibangun dalam kesamaan sifat. Pernikahan bisa langgeng karena sekufu, sehingga salah satu dari dua sejoli tidak ada yang lebih superior dibanding lainnya. Tentunya sekufu itu cakupannya lebih luas dalam berbagai hal.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Setiap manusia akan mendapatkan jodoh hidupnya sesuai dengan tingkatan yang ada pada dirinya. Jodoh seperti cermin terbalik. Sifat cermin: sama, mirip, dan terbalik. Kita adalah apa yang ada di dalam sana. Ketika kita bergerak, bayangan di dalam cermin itu juga bergerak. Akan tetapi, kanan kita menjadi kirinya, kiri kita menjadi kanannya. Sebagian dari kita adalah kebalikannya. Kanan kirinya bisa terbalik, tetapi atas tetaplah atas, dan bawah tetaplah ada di bawah. Jadi, jodoh itu cerminan diri. Adanya perbedaan untuk saling melengkapi antara satu dengan yang lain.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Oleh: Zaenab Jodoh artinya pasangan. Segala sesuatu diciptakan memiliki pasangan. Siang dan malam, pagi dan sore, laki-laki dan perempuan, kanan dan kiri, dan seterusnya. Allah<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":27,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-26","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-pengasuhan","two-columns"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/keluargaislami.swararahima.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/26","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/keluargaislami.swararahima.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/keluargaislami.swararahima.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/keluargaislami.swararahima.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/keluargaislami.swararahima.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=26"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/keluargaislami.swararahima.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/26\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":28,"href":"https:\/\/keluargaislami.swararahima.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/26\/revisions\/28"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/keluargaislami.swararahima.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/27"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/keluargaislami.swararahima.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=26"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/keluargaislami.swararahima.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=26"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/keluargaislami.swararahima.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=26"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}