Sayyidah Zainab, Ummul Mukminin yang Sedikit Meriwayatkan, tetapi Banyak Diriwayatkan

Sayyidah Zainab, Ummul Mukminin yang Sedikit Meriwayatkan, tetapi Banyak Diriwayatkan

Oleh: Wafiroh

Sayyidah Zainab pada mulanya adalah istri Zaid, anak angkat Nabi Muhammad Saw. Setelah bercerai dengan Zaid, Zainab kemudian dinikahi oleh Nabi Muhammad Saw. Pernikahannya dengan Rasulullah adalah peristiwa langka yang hanya terjadi sekali dalam sejarah Islam.

Zainab adalah sepupu Nabi Muhammad Saw. Ibunya yang bernama Umayyah adalah saudara kandung Abdullah, ayahanda Nabi Muhammad Saw. Ibunya termasuk salah satu perempuan pertama yang masuk Islam serta ikut hijrah. 

Suatu ketika Nabi Muhammad Saw. berkunjung ke rumah anak angkatnya, Zaid. Namun saat itu Zaid sedang pergi. Nabi hanya ditemui oleh Zainab, istri Zaid.

Setelah Zaid datang, dia justru meminta izin kepada Nabi Muhammad Saw. untuk menceraikan Zainab. Saat itu pernikahan Zaid dan Zainab tidak harmonis. Nabi Muhammad Saw. mengingatkan Zaid bahwa perceraian adalah perkara halal yang paling dibenci Allah Swt. Namun Zaid bersikeras dan meminta izin kepada Nabi saw. hingga tiga kali. Akhirnya dengan disertai persetujuan Zainab, Zaid pun menceraikan istrinya.

Suatu ketika, saat Nabi Muhammad Saw bercakap-cakap dengan salah satu Ummul Mukminin, tanda-tanda wahyu turun. Setelah itu kata-kata yang pertama muncul dari lisan Nabi Muhammad Saw. adalah, “Siapa yang akan pergi ke rumah Zainab dan menyampaikan berita bahwa Allah swt. telah menikahkan dia denganku?” 

Zainab adalah satu-satunya perempuan yang menikah tanpa wali dan saksi. Satu-satunya yang menjadi wali pernikahannya adalah Allah swt. Hal inilah yang menjadi keistimewaan beliau dibanding para Ummahatul Mukminin lainnya.

Singkat cerita, Zainab pun resmi menjadi salah satu Ummul Mukminin. Keperibadian beliau yang sangat diapresiasi oleh Nabi saw. adalah ketaatan beribadah, warak, dan kedermawanan yang luar biasa. Dikisahkan, beliau adalah seseorang yang terampil menyamak dan membuat kerajinan tangan dari hasil samakannya tersebut. Banyak diriwayatkan bahwa hasil pekerjaan beliau dihabiskan untuk bersedekah. Ketaatan beragama yang dimiliki oleh Sayyidah Zainab dikukuhkan langsung oleh Nabi Muhammad Saw., “Sesungguhnya Zainab binti jahsyi adalah seorang awwahah. Seseorang bertanya, “Apa awwahah itu, wahai Rasulullah?” Nabi Saw. menjawab, “Perempuan yang khusyuk dan rajin beribadah.

Dalam hadis lain, Rasulullah memuji kedermawanan Zainab, “Paling cepat di antara kalian (Ummahatul Mukminin) bertemu denganku adalah yang paling panjang tangannya.” Orang yang dimaksud melalui sabda ini adalah Sayyidah Zainab. 

Disebutkan bahwa Zainab hanya meriwayatkan 11 hadis. Bahkan hanya lima hadis yang disebutkan dalam kutubussittah. Dan hanya dua hadis yang disepakati periwayatannya oleh Imam Bukhari dan Imam Muslim. Walaupun sedikit, namun Zainab adalah satu-satunya sahabiyah yang meriwayatkan tentang kedatangan Yakjuj dan Makjuj. Beliau juga meriwayatkan tentang hukum istihadah, hukum ihdad (berkabung) bagi perempuan untuk laki-laki selain suaminya, berwudu menggunakan wadah kuningan, dan hukum kencing anak kecil laki-laki dan perempuan.Sesuai dengan bunyi sabda Nabi Saw., Zainab adalah istri Nabi Saw. yang pertama wafat menyusul Nabi Saw. Sekalipun hadis yang diriwayatkan oleh Zainab sedikit, namun jumlah riwayat tentang beliau melampaui jumlah hadis yang beliau riwayatkan. Penyebutan kisah hidup dan biografi Zainab banyak disebutkan dalam berbagai literatur. Keutamaan beliau, kedermawanan, serta pernikahan beliau yang hanya satu-satunya terjadi dalam sejarah Islam banyak diriwayatkan sepanjang sejarah. Hal ini menunjukkan bahwa beliau memiliki posisi dan keutamaan tersendiri dalam dunia Islam dan perkembangan riwayat hadis. Allahu A’lam.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *